Media transmisi adalah
media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (
data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi
kode/
isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat
elektronika, seperti
telepon,
komputer,
televisi, dan
radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah
kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.
Dalam pembahasan kali ini, saya akan membahas mengenai media transmisi berupa kabel,yaitu kabel coaxial & fiber optic.
KABEL COAXIAL
Kabel Koaksial adalah media penyalur atau
transmitor yang bertugas menyalurkan setiap
informasi yang telah diubah menjadi
sinyal –
sinyal listrik. Kabel ini memiliki kemampuan yang besar dalam menyalurkan bidang
frekuensi yang lebar, sehingga sanggup men
transmisi kelompok
kanal frekuensi percakapan atau program
televisi. Kabel koaksial biasanya digunakan untuk saluran
interlokal yang berjarak relatif dekat yakni dengan jarak maksimum 2.000 km.
*KONSTRUKSI
Konduktor kabel harus terbuat dari bahan
tembaga padat berbentuk
silindris tanpa cacat berkonduktivitas tinggi. Untuk diameter dari kabel tidak diperbolehkan melebihi 0,02 mm dan 1,53 mm. Sedangkan untuk tahanan dari
konduktor yang letaknya di dalam ( inner conductor) adalah 1/58 per 1 meter.
Isolasi kabel terbuat dari bahan
polietilena homogen dan melingkari pada
konduktor utama. Untuk diameter nominalnya yakni 0,97 mm dan juga tidak diperbolehkan melebihi 0,05 mm.
Konduktor terbuat dari pita tembaga yang memiliki tebal 0,25 mm dengan maksimum toleransi 0,2 mm pada posisi memanjang dan sedikit tumpang tindih. Untuk tahanannya adalah sebesar 1/52 per meter. Pada bagian atas pita tembaga ini dibalut secara
helikod dengan dua lapis pita baja yang memiliki tebal 0,15 mm yang digunakan sebagai pelindung
elektromagnetik.
Penggantung di sini terdiri dari tujuh bual lilit kawat baja dengan ukuran 2 mm dan dengan daya kuat tarik sebesar 3,010 kgf.
Pembungkus luar kabel terbuat dari
polietilena yang dicampur dengan
karbon hitam sebanyak 2%. Untuk tebal rata – rata pembungkus tidak diperbolehkan melebihi dari 2 mm dan juga tidak boleh kurang dari 1,6 mm. Sementara untuk tebal dari bagian antara penggantung dengan k
abel adalah 3,4 mm dan dengan tinggi 3 – 4,5 mm.
GAMBAR 1 konfigurasi kabel coaxial
Dalam penyambungan kabel koaksial, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :
- Kontinuitas konduktor utama kabel dalam kondisi yang terpelihara oleh keberadaan selongsong ( cincin berulir )
- Semua dielektrik polietilena terbentuk dengan adanya sistem injeksi ( mencetak )
- Konduktor luar pada kabel digantikan oleh sebuah jalinan tembaga
- Pembungkus bagian luar polietilena digantikan oleh lapisan yang mudah mengerut akibat kondisi yang panas
- Kontinuitas dari kabel penggantung tetap terpelihara oleh keberadaan konektor – konektor khusus
- Sambungan daripada kabel harus sedemikian rupa sehingga kabel tetap bersifat homogen seperti pada kondisi yang semula
- Redaman sedapat mungkin tetap pada angka nol atau sekecil – kecilnya
- Hasil dari pekerjaan sambungan kabel tersebut haruslah rapi
*KELEBIHAN
Kabel jenis ini mempunyai kemampuan dalam menyalurkan sinyal – sinyal
listrik yang lebih besar dibandingkan saluran
transmisi dari kawat biasa. Selain itu kabel koaksial memiliki ketahanan arus yang semakin kecil pada
frekuensi yang lebih tinggi. Perambatan energi
elektromagnetiknya dibatasi dalam pipa dan juga sekat dari pengaruh
interfensi atau gangguan percakapan silang luar karena bentuknya yang sedemikan rupa. Pada perkembangannya, pemakaian
pesawat telepon yang semakin meningkat menyebabkan adanya keterbatasan penampungan
spektrum yang tersedia pada
mikrowave. Hal ini berdampak pada peningkatan penggunaan kabel koaksial sebagai penunjang jalur
mikrowave pada jarak yang pendek.
*KEKURANGAN
Walaupun kabel koaksial pada dasarnya memiliki tingkat keandalan yang tinggi dalam proses
transmisi, dari sisi ekonomi, sistem penyaluran informasi menggunakan kabel ini memiliki kelemahan yakni dalam hal investasi dan biaya pemeliharaan yang mahal. Lebar bidang
frekuensi dalam kabel koaksial hanya terbatas oleh
gain ( pengerasan ) yang dikehendaki, yang diperlukan untuk mempertahankan mutu
sinyal yang baik. Dalam suatu jarak tertentu,
transmisi sinyal – sinyal
elektromagnetik harus diangkat dengan serangkaian
repeater yang terbuat dari tabung
elektron pada jalur tersebut agar penyampaian komunikasi terjalin lebih baik. Satu kelemahan yang juga melanda kabel koaksial yakni adanya pengaruh yang besar dari
variasi temperatur. Hal ini dapat berpengaruh pada mutu dan kualitas dari sistem koaksial tersebut. Masalah kemudian ini ditanggulangi dengan adanya penanaman kabel di dalam tanah dan juga mengandalkan bantuan
repeater yang bertugas sebagai penyeimbang tambahan terhadap perubahan
variasi temperatur yang terjadi dalam kabel.
FIBER OPTIC
Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari
kaca atau
plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal
cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Berdasarkan mode transmisi yang digunakan serat optik terdiri atas Multimode Step Index, Multimode Graded Index, dan Singlemode Step Index. Keuntungan serat optik adalah lebih murah, bentuknya lebih ramping,
kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat,
tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar. Kelemahan serat optik antara lain biaya yang mahal untuk peralatannya, memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya, serta untuk perbaikan yang kompleks membutuhkan tenaga yang ahli di bidang ini. Selain merupakan keuntungan, sifatnya yang tidak menghantarkan listrik juga merupakan kelemahannya karena memerlukan alat
pembangkit listrik eksternal.
*KOSTRUKSI
Komposisi kabel serat optik terdiri dari tiga elemen dasar yaitu :
1. Elemen pertama dari fiber optik adalah merupakan konduktor yang sebenarnya disebut inti ( core) dimana gelombang cahaya yang dikirim akan merambat dan mempunyai indeks bias yang lebih besar dari indeks bias lainya, bahan nya kristal kelas tinggi yang bebas air terbuat dari kaca , gelas , siliko yang berdiameter 2 – 200 um tergantung dari jenis serat optiknya. Ketebalannya dari inti merupakan hal yang penting, karena menentukan karakteristik dari kabel.
2. Glading dilapiskan pada core (inti), glading ini juga terbuat dari gelas yang berdiameter antara 2-250 um, tetapi indeks biasnya berbeda dengan indeks bias dari core, yaitu lebih kecil.
hubunganya anatar kedua indeks bias, refraksi tersebut dibuat kritis. Hal itu memungkinkan sumber cahaya terjadi pemamtulan total, dari berkas cahaya yang merambat berada di bawah sudut kritis sewaktu dilewatkan informasi sepanjang serat optik.
3. coating (pembungkus atau jaket)
sekeliling core dan gladding dibalut dengan plastik coating yang berfungsi untuk melindungi fiber optik dari tekanan luar. Dalam kenyataannya ada tiga jenis coating yang digunakan yaitu : primer, sekunder dan coating pelindung. Serat optik biasanya terletak bebas di dalam coating sekunder yang berbentuk tabung
Gambar 2 struktur serat optik
keuntungan dan kelemahan sistem komunikasi optik
1. Redaman kecil dan konstan
Perkembangan kabel serat optik semakin hari semakin meningkat dengan berbagai penelitian sehingga menghasilkan redaman yang sangat kecil dengan ferekuensi yang sangat tinggi dengan panjang gelombang 500- 1500 nm denga redaman 0.2 – 0.5 dB/km.
2. Lebar pita frekuensi sinyak besar
Frekuensi pembawa optik tergantung dari panjang gelombang dari suatu material berkisar 1012 – 1017 Hz atau berada sekitar infra merah, sehingga informasi yang disalurkan lebih banyak.
3. Dimensi kecil, ringan dan fleksibel
Kabel serat optik mempunyai diameter inti sangat kecil sekitar mikro meter, nano meter, sehingga aman dipakai dimana saja dan dalam satu kaber banyak sekali urat serat optik.
4. tidak konduktif, sebagai isolator
terbuat dari bahan plastik, kaca,dan silika, sehingga tidak dapat dialiri arus listrik sehingga terhindar dari hubung singkat.
5. Kebal terhadap ganguaan EMP dan EMI
Bebas dari interferensi medan magnet dan medan listrik, frekwensi radio dan noise listrik
6. dapat menyalurkan informasi digital dengan kecepatan yang tinggi.
Kemampuan serat optik menyalurkan signal frekuensi tinggi, sangat cocok dengan pengiriman sinyal digital pada sistem multipleks digital dengan kecepatan mega bit per seken hingga gega bit perseken.
7. Penyadapan informasi sukar
Penyadapan informasi denan induksi tidak mungkin terjadi
8. Kapasitas transmissi sinyal besar
9. jarak transmissi jauh
jarak transmissi bisa mencapai 25 – 50 km dengan frekuensi 1011- 1017 Hz, baru digunakan repeter kembali dengan redaman yang standarisasi atau yang diperbolehkan.
10. tidak berkarat dan sistem pemeliharaannya mudah
11. crosstalk rendah
kemungkinan terjadi kebocoran cahaya antara serat optik sangat kecil.
12. tahan terhadap temperatur tinggi
bahan silika mempunyai titik leleh 1900 derajat Celcius dan sangat jauh dari titik leleh tembaga dan besi sehingga sangat cocok dipergunakan rawan atau daerah yang mempunyai temperatu tinggi.
Kerugian
Dalam menginstalasi jaringan fiber optik sangat sukar dalam hal penyambungan, harus mempunyai keahlian khusus dan ketelitian, bila hal itu tidak diindahkan kemungkinan redamannya bisa besar.
Redaman cukup besar bila pembengkokan kabel serat optik sesuaikan standar sudut berapa yang diijinkan.
Konstruksi serat optik cukup lemah, maka dalam pemakaiannya diperlukan lapisan penguat sebagai pelindung (proteksi).
dari berbagai sumber.